• Welcome BVM Blog

    Teruslah mengasah ide-ide kreatif kalian, jangan berhenti disitu aja. Jika kita mau melakukan dengan sunggu" pasti BISA. Jadi teruslah membuat inovasi" baru.. So " Be Your Self "...
  • Translate

  • .:Silahkan Pilih:.

  • ::Collection::

  • My Popularity (by popuri.us)
  • ONLINE

“Ngeseks”, Kok Minta Lewat Belakang?

KOMPAS.com — Memiliki pasangan yang mahir dalam teknik bercinta memang menyenangkan. Namun, bagaimana bila pasangan suka melakukan hubungan lewat “belakang” alias seks anal?

Meski sodomi atau hubungan seks yang dilakukan lewat dubur sering kali dilakukan oleh pasangan homoseksual, ternyata tak sedikit pria heteroseksual yang diam-diam ingin melakukan seks anal dengan istrinya.

“Sekitar 15 persen sodomi dilakukan antarlaki-laki, sedangkan sodomi dengan istri sekitar 3 persen,” kata pakar seksologi Prof Dr dr Alex Pangkahila, Sp And dari Universitas Udayana, Bali.

Untuk kelompok heteroseksual, yang senang dengan sodomi pada umumnya merasa lebih terpuaskan dengan sodomi. “Mereka akan lebih puas karena jepitan otot-ototnya lebih kuat dibandingkan otot vagina,” katanya.

Prof Alex menekankan, hubungan seks yang dilakukan lewat anal tidak sehat. “Secara alami, hubungan diciptakan memang lewat vagina karena diharapkan secara fisiologis, saat penis dimasukkan, terjadi respons pembasahan di vagina agar tidak terjadi perlukaan,” paparnya.

Perlendiran vagina memang tidak selalu terjadi secara fisiologis sehingga terkadang terjadi nyeri saat hubungan seksual dilakukan. Penyebab kurangnya lendir bisa beragam, antara lain karenaforeplay yang kurang lama, stres, diabetes, pengaruh obat-obatan, atau kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

“Bila hubungan seks dilakukan lewat anus yang relatif tidak terjadi pembasahan, maka sudah pasti hubungan seks akan terasa menyakitkan. Selain itu, kepekaan saraf erotiknya berbeda dengan saraf vagina sehingga kenikmatan tidak didapat oleh wanita,” papar Alex. Padahal, hubungan seks sejatinya mampu memuaskan kedua belah pihak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: